Gue bukan tipikal orang dengan banyak rencana kehidupan yang harus diwujudkan. Gue adalah gue yang sering membuat keputusan tanpa pikir panjang, spontan, dan kebanyakan berakhir menjadi sebuah kesalahan. Banyak hal dalam hidup gue yang mungkin orang lain pikir patut disesali. Tapi buat gue, semua yang telah gue lewati adalah proses yang membuat diri ini menjadi yang sekarang. Dan ini, sekelumit cerita tentang gue dan kehidupan.

Kamis, 21 April 2011

SEMANGAT HARI KARTINI

Tanggal 21 April nih, yakin deh pasti udah pada tau ini hari apa. Yak, ini hari kamis. Eh, maksud gue, hari Kartini. Kelewatan banget kalau pada nggak tau siapa itu Kartini. Tau nggak kalo penetapan tanggal 21 April (tanggal lahirnya Kartini), sebagai hari Kartini oleh Presiden Soekarno tahun 1964 itu diprotes banyak orang. Menurut mereka yang kontra, banyak pahlawan perempuan lain yang memperjuangkan emansipasi perempuan, tapi kenapa yang dipilih adalah Kartini? Mereka menyarankan supaya digabung aja bareng sama hari ibu, tanggal 22 Desember. But thanks to Pak Soekarno, karena kegigihannya sampai saat ini kita masih punya 1 hari khusus memperingati perjuangan emansipasi perempuan, hari Kartini #TGIF :)

Apa sih yang kita dapet dari perjuangan Kartini?
Yang gue tahu, dulu itu Kartini memperjuangkan hak-hak anak-anak perempuan Indonesia yang dilarang bersekolah sama pemerintah Belanda untuk bisa mendapatkan pendidikan dengan cara membangun "Sekolah Kartini" yang khusus buat anak-anak perempuan pribumi.

Kalau dulu Kartini berjuang sendiri supaya hak-hak kaumnya dipenuhi, tapi kenapa sekarang perempuan lebih banyak meminta, atau mungkin lebih tepatnya menuntut hak-hak mereka untuk dipenuhi ya. Mana semangat perjuangan Kartini-nya?

Jadi inget diskusi soal isu gender sama bokap waktu itu. Sore yang seru. Tapi yang paling seru, at the end of discussion, bokap gue bilang, 
"if u want equality, then try to get it by yourself, not rewarded by others"
atau kurang lebih dalam bahasa Indonesianya, 
"Kalo mau persamaan hak, coba dapetin itu sendiri, bukan karena dihadiahi oleh orang/pihak lain"

Genau! Bener banget! Contohnya nihjangan minta jatah kursi 30% di DPR, tp coba dapetin jumlah 30% itu dengan kampanye dan meyakinkan masyarakat kalo kita (perempuan) memang mampu dan pantas duduk disana berdampingan sama kaum adam. Kalau caranya dengan meminta "jatah", dimana letak perjuangannya?? Kalah dong kita sama Kartini??


Oh iya, satu hal lagi. Jaman sekarang banyak banget perempuan yang katanya nggak mau dibedain sama laki-laki, yang ngaku menjunjung tinggi persamaan gender, tapi marah2, sewot dan bahkan bilang "nggak gentle banget sih!" ketika ga ada satu pun laki-laki yg berdiri menawarkan tempat duduknya waktu kita nggak kebagian duduk di kereta atau bus.

Jadi, jangan cuma cuap2 minta persamaan tapi pada kenyataannya kita sendiri yang nyiptain perbedaan.



SELAMAT HARI KARTINI :))

TGIF = Thank God I'm Female

Tidak ada komentar:

Posting Komentar